Jumat, 11 November 2011


Untuk mendapatkan bagan pengeringan yang tepat bagi suatu jenis kayu, maka sifat pengeringannya harus diketahui. Sifat pengeringan tersebut diperlukan untuk menetapkan kisaran suhu dan kelembaban   yang optimal agar waktu pengeringan  lebih 177 efisien   dan kualitas kayunya terjaga.  Sifat pengeringan yang perlu diamati  yaitu  pecah ujung, pecah permukaan yang terjadi pada kadar air di atas titik jenuh serat (Ka. ± 30%), pecah pada bagian dalam kayu (internal checks/honeycomb) dan perbedaan dimensi tebal pada jarak 1-2 cm dari satu permukaan ujung kayu (deformation). Sedangkan sifat penunjang lainnya  adalah kadar air awal dan kualitas fisik kayu/dolok.
Penampakan cacat bentuk, terutama cacat membusur pada arah memanjang kayu (bowing) tidak ditemukan pada pengujian sifat pengeringan karena sortimen yang digunakan terlalu pendek (± 20 cm). Untuk menetapkan bagan pengeringan harus mempertimbangkan juga  kualitas fisik kayu, seperti kehadiran mata kayu, kelurusan batang dan persentase porsi kayu muda. Ketiga faktor tersebut biasanya juga merupakan penyebab  terjadinya cacat  bentuk, terutama membusur (bowing) dan pecah-pecah, terutama pecah ujung (end checks) pada sortimen yang dikeringkan. Khusus untuk pecah 178 ujung yang disebabkan adanya porsi kayu muda yang masih tinggi, untuk itu diupayakan menghindari pola penggergajian ”flat sawn”. Untuk menghindari terjadinya cacat bentuk pada kayu, faktor yang perlu diperhatikan  adalah cara penumpukan yang tepat dengan jarak ganjal yang lebih rapat dan pemberian beban yang cukup pada tumpukan paling atas serta menghindari  sortimen berukuran terlalu panjang  dan lebar.
Yang perlu diperhatikan selama pengeringan adalah pengaturan penumpukan, penutupan kedua permukaan ujung kayu dan pemakaian suhu yang rendah di awal proses, terutama pada kayu yang sangat basah. Sebagai contoh, suhu pengeringan kayu rasamala masih tetap dipertahankan 38°C sampai kadar air kayu mendekati 30% 180 meskipun kelembabannya sudah diturunkan. Suhu baru dinaikan secara bertahap setelah kadar air kayu mencapai 30%. Hal yang demikian berlaku pula untuk jenis kayu yang lain. Pengaturan ini bertujuan untuk melindungi kayu dari cacat kolaps dan pecah dalam (Wang  et al., 1994;  Rasmussen, 1961;  Basri  et al., 2000). Modifikasi bagan perlu disesuaikan dengan kondisi alat/mesin pengering, kayu yang akan dikeringkan (terutama dari umur) dan tebal sortimen. Mengingat  sifat kayu berumur muda sangat cepat mengering, sebaiknya kayu-kayu tersebut dikeringkan di udara terlebih dahulu sampai kadar airnya mendekati 30% baru dimasukan ke dalam  alat pengering. Hal ini selain dapat menghemat enerji juga kualitas kayu keringnya menjadi lebih baik. Khusus untuk kayu mangium, perlakuan pengukusan (steaming)  atau perebusan sebelum pengeringan dapat mempercepat  proses pengeringan namun menimbulkan cacat  dan degradasi warna pada kayu. Hal yang sama juga terjadi pada kayu Nothofagus fusca (Haslett dan Kininmonth, 1986). Bahkan pengukusan pada kayu-kayu tertentu  dapat merubah warna kayu (Mc.Ginnes dan Rosen 1984 dalam Chafe, 1990) dan pada kayu red oak dapat meningkatkan tekanan  pengeringan (drying stress) lebih tinggi dibandingkan dengan pengurangan kecepatan pengeringannya (Wang et al. 1994). Kayu seperti mangium  yang sifat zat ekstraktifnya  peka terhadap panas,  akan mengurai atau menguap sehingga terjadi degradasi warna pada permukaannya (Boyd, 1974). Perubahan warna ini berkaitan erat dengan proses penguapan yang berjalan sangat cepat di awal pengeringan sementara kadar air kayu masih tinggi (Tarvainen et al., 2001).  Berdasarkan hasil percobaan Basri (2005), perlakuan pra pengeringan yang sesuai untuk mempercepat pengeringan kayu mangium tanpa menurunkan kualitasnya adalah perlakuan dengan metode “shed”.  Tahap  awal, kayu mangium segar dimasukan ke dalam ruangan shed hingga kadar airnya mendekati 30%. Berikutnya kayu tersebut dikeringkan dalam dapur/mesin pengering sampai mencapai kadar air yang dikehendaki. Pada metode ini, suhu ruangan tetap dipertahankan rendah sementara proses pengeringan diupayakan melalui percepatan pemindahan udara basah dari dalam ke luar ruangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut