Selasa, 15 November 2011

Pemanasan Global

Pemanasan Global

Pemanasan Global akan memberi banyak dampak negative yang nyata bagi kehidupan ratusan juta warga di dunia. Demikian adalah isi laporan kedua perserikatan bangsa-bangsa yang sudak di publikasi tahun 2007 kemarin. Laporan pertama berisikan bukti-bukti ilmiah perubahan iklim, sedangkan laporan ketiga akan membeberkan tidakan untuk menanagninya.
Laporan para pakar yang tergabung dalam Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dibeberkan dalam jumpa pers secara serentak di berbagai belahan dunia. Laporan setebal 1.572 halama itu ditulis dan dikaji 441 anggota IPCC.
Salah satu dampak pemanasan global adalah meningkatnya suhu sepanjang lima tahun mendatang. Hal itu aka mengakibatkan gunung es di Amerika Latin akan cair.
Dampak selanjutnya adalah gagal panen, hingga tahu 2050 mengakibatkan 130 juta penduduk dunia, terutama di ASIA, kelaparan, kemiskinan dan kemelaratan. Pertanian gandum di afrika juga akan mengalami nasib yang sama.
Perubahan Iklim
Fenomena perubahan iklim merupakan akibt pemanasan global yang ditandai meningkatnya suhu bumi karena akumulasi radiasi sinar matahari yang terperangkap di atmosfer. Pantulan radiasi dari permukaan bumi ke luar angkasa terhalang dan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang disebut gas rumah kaca.
Gas rumah kaca tersebut diproduksi oleh manusia sendiri yang mengguakan bahan bakar fosil, peggunaan alat elektronik yang mengandung gas CFC, Penggundulan hutan, dan kebakaran hutan yang mengakibatkan absorbsi CO2 berkurang dan menambah gas rumah kaca.
Meningkatnya suhu bumi antara 3 sampai 5 drajat Celcius per100 tahun pada gilirannya mengubah unsur-unsur iklim, seperti kenaikan suhu yang sangan drastis dan tak teratur, kenaikan suhu air laut dan meningkatkan penguapan di udara yang mengubah pola curah hujan dan tekanan udara.
Peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer memicu naiknya suhu rata-rata global. Tahun 1990 menjadi dekade terhangat di abad 20. data NASA Goddard Institute for Space Study (GISS), menyatakan bahwa tahun 2005 adalah tahun terpanas di abad terakhir. Diperkirakan suhu rata-rata global pada tahun 2100 aka mencapai 5,8 derajat Celcius lebihhangat dari tahun 1990-an. Ilmuan memperkirakan pada tahun 2100 kelak permukaan air laut akan naik sebear 9cm sampai dengan 88cm
Prediksi para ilmuan diantaranya adalah bongkahan es di kutub selatan dan utara yang terus meleleh. Selimut salju di ketinggian pegunungan himalaya seluas 33.000 km persegi akan mencairc pada tahun 2100, salju di kilimanjaro akan habis pada tahun 2015, dan salju di pegunungan alpen berkurang 50-90%.
Secara keseluruhan es yang ada di permukaan bumi akan berkurang sebanyak 10% sejak 1960 ketebalan es di kutub utara mulai berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir.

dikutip dari koran kompas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut